Make your own free website on Tripod.com

Back>>

BRIGADE PII ANTARA IDEALITA DAN REALITA

DI DALAM PROBLEMATIKA DAKWAH DI MASYARAKAT

 

Oleh Amang Dwi Anto

 

I.                  Pedahuluan

            Dalam problematika umat islam ini adalah semakin mayoritas dalam kuantitasnya dan minoritas dalam kualitasnya, saangat tepat sekali ramalan Rosullullah di dalam hadishtnya beliau mengibaratkan bahwa uamat islam diakhir zaman adalah seeperrti buih di teengah lautan yang banyak juumlahnya tetaapi terombang ambing oleh ombak tanpa kejelasaan tujuan dan arahnya dan tanpa ketegasan

            Dalam era globalisasi saat ini sangat pesat deengan ditandai semakin canggihnya informasi dan transformasi sehingga mengakibatkan cepat masuknya infomaasi dari dalam dan luar negri. Banyak sekalli dampak yang di bawa oleh kemajuan teehnologi dan itu teergantung siapa dan apa yang menggunakannya jika digunakan dengan baik maka kebaikan pulalah yang akan didapatkannya dan sebaliknya jika penggunaannya salah maka buruk pula akibatnya, antara lainnya adalah mudah sekali masuknya budaya luar yang maasuk sehingga melunturkan budaya sendiri

            Kita sering sekali mendengar  kata mutiara bahwa “mandor kecil itu lebih baik dari kuli besar” dan “pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan” , oleh karena itu sangat  penting  sekali kita memperhatikan pemuda kita saat ini jika kita menginginkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang dan sasaran era globalisasi adalah pemuda saat ini.Sasarannya  pemuda karena para pemuda adalah tonggak negara dimasa yang akan datang.

            Didalam salah satu tujuan PII (Pelajar Islam Indonesia) aadalah mencetak keeder-kader pemimpin yang militan dan yang mempunyai nilai-nilai islam yang dimulai dari diri seorang pelajar, secara kasat mata memang seakan –akan tugas itu adalah mudah  tetapi disinilah tugas yang memerlukan pemikiran yang sangat panjang dan perjuangan yang sangat melelahkan, dengan tugas ini PII selalu mengkadeer para pelajar untuk mejadi kadeer pemimpin yang militant dan sepak terjangnya mempunyai nilai-nilai islam.

            Disinilah PII bergerak untuk menjerat para pemuda untuk memperjuangkan nilai-nilai islam di bumiNya Sang pencipta bumi langit dan seluruh isinya denga cara yang munkin bisaa menarik para pelajar misalnya bagi meereka yang suka dengan petualangan PII menyediakan BRIGADE PII  yang tugasnya meenjadi Intellegennya PII daan jika ada wanita yang lebih suka dengan feminimitas maka PII menyediakan wadah untuk dikembangkan dan diarahkan yang diberi nama PII WATI   itu semua addalah suatu ciri khs yang dimiliki oleh PII  dan kedua badan itu adalah badan induk dari PII

            Setiap perjuangan pastilah ada permasalahan, tidak terlepas juga brigade  yang memperjuangkan Islam,baik masalah intern maupun ekstern. Maka untuk beerlomba-lomba dalam kebaikan tidak ada salahnya kita mengupasnya untuk dicari jalan keluarnya

II. RUMUSAN MASALAH

1.      Masalah Intern

a.       Yang bukan hal baru lagi yaitu kurangnya pengkaderan yang berada di                      tubuh brigade dan PII itu sendiri

b.      Kurangnaya out put dari brigade yang memahami tentang kelembagaan dan sejarah tentang berdirinya brigade PII dan kurangya pemahaman materi kebrigadean

c.       Kurangnya kerjasama antara badan induk dengan brigade

d.      Tidak mengerti keintelegentnya untuk PII

Itu adalah masalah yang perlu kita cermati bukan untuk diperdebatkan dan tidak perlu untuk dicari kambing hitamnya, entah kita sadar atau tidak kita sering terjebak dlm masalah ini yang mengakibatkan lupa pada tugas kita yaitu berdakwah. Kurang kinerja dan sosialisasi antara badan induk dan brigade yang bias mengakibatkan persaingan yang kurang sehat dikarenakan kurangnya kesingkronannya antara badan induk dan brigade maupun badan induk PII wati, semuanya itu mengakibatkan kurang nya keharmonisan rumah tangga PII itu sendiri. Kalau mau mencermati lebih dalam hemat penulis sepertinya  badan induklah yang kurang  mau megerti tentang keadaan badan otonom PII wati dan  brigade, seperti pada umumnya anggota brigade adalah PII tapi anggota PII belum tentu mengerti dan faham dengan brigade

            Seharusnya masalah yang sangat komplek ini haruslah dengan cepat diatasi supaya tidak ada kerancuan  yang seharusnya tidak terjadi. Kesalah fahaman tersebut seharusnya harus segera diluriskan jika tidak sudah tentu akan terjadi kemunduran dan bias pula terjadi kehancura yang mana hal itu tidak kita inginkan

            2.Maslah ekstern

                        Di era globalisasi yang sangat menuntut para penerus bangsa saatini harus lebih baik dari sejarah yang telah terlewati dan hendaklah sejarah itu dijadikan cambuk bagi para penerus bangsa ini, diantara kunci keberhasilan itu adalah : a. Hukum yang tegas dan jelas serta dapat dijalankan dengan ihlas

             b. Visi dan misi yang jelas

             c. Pemuda yang baik dan penuh semangat

             d. Sejarah yang dijadikan cermin untuk masa depan

Kita tahu bahwa bangsa kita ini dalah sebagian basar adalah umat islam tetapi banyak juga yang kurang mengerti dan mengimani apa itu islam dan mayoritas pula yang tidak mempunyai pegangan . semua itu sangat terkait dengan realita kehidupan, beberapa factor yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah :

Faktor moral bangsa yang mulai luntur padahal dahulu Indonesia kita ini sangat di kenal dengan budaya timurnya yang sangat kental,kini sudah mulai terlihat bahwa bangsa Indonesia mudah sekali  untuk terpengarh oleh f 4 yaitu :

·    Facion

·    Face

·    Food

            Dari sini saja dapat menunjukkan bahwa mentalitas bangsa kita samgat kurang lemah mentalnya banyak sekali factor pendukung untuk melemahkan mental bangsa antara lainnya seorang siswa hanya diwajibkan untuk sekolah fomal saja dan waktunya anya diabiskan ole les-les yang mendukung sekolahnya, padahal tidak semua siswa bisa berprestasi dalam kelas ada yang tidak bisa berprestasi dalam kelas tetepi mampu berprestasi di lapangan  atau melalui keterampilan-keterampilan yang tidak diajarkan di sekolahan. Sekolahan saat ini banyak yang menggunakan system inforomasi dari gurumya saja tanpa memperhatikan opini-opini yang dimiliki oleh siwa  

 

III.             SOLUSI PERMASALAHAN

A.           Internal Lembaga

1.      Mengingat sejarah perjuangan

Sebelum berjalan dan tersesat lebih jauh kita harus memahami lebih dahulu sejarah kita, walaupun itu hanya untuk pandangan saja tetapi sejarah tetap harus diketahui oleh semua unsur di dalam suatu lembaga. Dengan memahami sejarah kita, setidaknya kita tahu dari apa dan bagaimana kita bisa terbentuk. Hal ini bisa menimbulkan rasa bangga bagi kita. Dan dapat menumbuhkan semangat berjuang kita yang masih kurang   

2.   Kenali diri sendiri

Seseorang akan bisa menunjukkan dirinya bila dia sudah mengenal dirinya sendiri. Hal tersebut walaupun kelihatannya sepele, tetapi sangatlah sulit dilakukan dan itu merupakan sesuatu yang wajar. Karena itu kita harus benar-benar mengenal diri kita. Bagai mana kita untuk berjuang sedangkan kita tidak mengenal diri kita sendiri ,jika sudah tidak mengenal diri kita sendiri sudah barang tentu kalau tujuan dan cita-cita masih samar    

2.      Bersih dan sehatkanlah jiwanya

Seperti kata pepatah terseebut, dalam organisasi pun pepatah tersebut juga perlu diperhaatikan. Dalam peraturan-peraturan yang ada di dalam Brigade masih banyak kata-kata yang rancu yang harus kita bicarakan dan kitaa bahas saampai tuntas,

·    misalnya ke-inteligent-an di dalam PII yang sebenarnya yang bagaimana?

·    Batasan-batasan dari ke-inteligent-an itu apa?

·    Selama ini Brigade terkesan seperti satpam doang, padahal tidak khan!             Salah satu penyebabnya mungkin karena kitaa memilih memakai nama jabatan poltik. Kita bisa mengganti nama tersebut menjadi nama jabatan yang wajar dan kita harus siap berubah atau tetaap seperti semula dengan kondisi. Semuanya kembali lagi kepadadrimya 

3.      Utamakan persatuan

      Selama ini terkesaan antaara Badan Induk dengan Badan Otonom adalah satu kesatuan yang terpisah. Setelah tubuh kita sehat kita buat  antara Badan Otonom dengan Badan Induk adalah kesatuan yang memang satu, salah satumya dengan meninjau kembali apa yang terjadi pada Brigade dan Badan Otonim hingga mereka harus berjalan sendiri-sendiri. Bila masalah telah ditemukan tentunya untuk penyelesaiannya dapat dicarikan. 

4.      Pembuatan buletin

      Untuk menjaring hubungan yang solid antar pusaat, wilayah dan daerah, tentunya buletine yang sangat bermutu dapat membantu semua masalah walaupun bantuan tersebut terlalu pelik dan munkin ini adalah bukti dari perhatian PB ke PW ke PD dan seterusnya 

B.           Eksternal Lembaga

1.      Perbesar semangat

Tentunya untuk bisa berkembang kita harus punya lobi-ing yang bagus. Karena info-nfo yang kita butuhkan ada dilluar maka langkah yang kita ambil adalah mengembangkan jaringan dengan lembaga lain yang selevel.

  

2.      Pesolidan kader

Suatu organisasi tentunya membutuhkan regenerasi di setiap masa. Untuk merekrut kader yang solid tentunya kita harus tahu terlebih dahulu apa kelebihan dari masing-masing peserta/ anggota. Setelah kita ketahui kelebihan / bakat terpendam masing-masing anggota maka kita bisa mengelompokkan mereka menjadi satu tim yang solid dan kita asah kemampuan mereka itu agar berguna..dan akhirnya Brigade mempunyai kader yang memang benar-benar ahli di bidangmya sehingga benar-benar dapat diandalkan.

Untuk menarik calon amggota yang lebih suka petualang dan belum mengikuti kegiatan PII maka kita bentuk wadah bantu dimana dalam wadah ini selain merupakan training Brigade juga mengenalkan PII dengan cara yang lain daripada biasanya

IV.              PENUTUP

Sekian makalah yang saya persembahkan untuk acara LBTL-N ini  semoga makalah ini bukan sekedar embel-embel saja yang akhirnya setelah selesai kegiatan menjadi sampah, tetaapi semoga ada tindak lanjut yang dapat kita gunakan untuk berbenah diri dan memperbaiki citra diri PII dan bigade yang semakin luntur ini. 

Dan tidak ada telur yang tidak retak dan tidak ada manusia yang tidak mempunyai kesalahan. Kata nya Al-quran “manusia itu banyak lupa dan salah serta dalam ayat-ayat yang lain banyak dijelaskan bahwa manusia itu banyak yang lalai” itu sich katanya quran, boleh percaya ataupun tidak ,katanya juga sich kalau tidak percaya itu dianggap kafir dan kalau yang percaya bisa dikatakan beriman dan yang ragu-ragu dikatakan munafiq. Maka dari itu bila dari makalah ini ada kesalahannya saya mohon maaf  dan saya harapkan pula saran dan kritik dari pemaca yang lain dan dari pendengar.