Make your own free website on Tripod.com
<< BACK ARTIKEL
  PORNOGRAFI DAN MEDIA MASSA

A. Malik

 

.

Dalam perkembangannya seorang anak akan mendapati sebuah masa yang dinamakan dengan masa puberitas, Tanda-tanda puberitas tentu berbeda antara laki-laki dan perempuan,jika seorang remaja putra mengalami masa puberitas ditandai dengan mimpi basah, dan keluarnya darah pertama pada remaja putri.Dengan tanda-tanda itulah mereka menjadi balig, yaitu telah dimulailah waktunya untuk benar-benar bertanggung jawab secara penuh dengan melaksanakan kewajiban yang telah di syariatkan oleh Allah SWT.Namun dalam  sisi lain,masa puberitas tersebut harus diarahkan dengan benar, sebab dalam masa itulah mereka gampang menerima hal yang baru tanpa memikirkan sebab dan akibatnya.

Dalam era globalisasi yang kini semakin gencar dan bebasnya  sarana media masa,baik media cetak maupun elektronik yang tanpa filterisasi tersebut membuat  merebaknya tayangan pornografi dan pornoaksi yang berdampak langsung pada para remaja, khususnya seperti hal-hal yang diangap tabu menjadi biasa dilakukan, bahkan mereka sudah terbiasa melakukannya. Awalnya sih’ berpegangan tangan terus berpelukan kemudian berhubungan intim yang berdalihkan suka sama suka. sehingga hari demi hari smakin banyak para remaja putri yang hamil di luar nikah dan berakibat pada amburadulnya pendidikan mereka,  yang ketika mengalami kehamilan mereka langsung putus sekolah, dikarenakan malu pada teman-teman sekelasnya, ini juga diperparah dengan banyaknya tindak kriminalitas yang sebagian besar merupakan kasus pemerkosaan yang penyebabnya antara lain adalah merebaknya tayangan pornografi dan pornoaksi di media-media tersebut.

Dalam hal ini  dibutuhkan peran aktif pemerintah  guna menyelamatkan generasi muda-nya,  melalui beberapa hal antara lain dengan mengawasi media-media yang terlalu fulgar dalam menampilkan/menayangkan gambar-gambarnya. Serta mengoptimalkan Badan Sensor Nasional  agar tidak hanya mengambil keuntungan materi saja dalam meloloskan sebuah judul film, tapi kenyataannya malah merusak moral serta akhlak para remaja bangsa ini, sering terjadi  sebuah kasus seperti penarikan kembali sebuah judul film yang kenyataanya tidak sesuai dengan kultur budaya bangsa ini,ini jangan sampai terjadi lagi, dan jika  pemerintahan saat ini hanya memandang hal ini merupakan masalah biasa maka akan kita tunggu saja hancurnya generasi bangsa mendatang. Selain pemerintah juga tak luput peran aktif orang tua dalam memberikan pengawasan serta keterangan tentang efek buruk yang akan terjadi bila hal tersebut dilakukan.Dan juga memberikan pengetahuan agama kepada para remajanya agar  bertindak sesuai dengan norma agama.

 

Abdul Malik

Aktifis PII Surabaya