Make your own free website on Tripod.com
BACK GORESAN PENA
  Menimbang benar salah dengan logika

Dunia bermoral dengan etika

Dunia menjadi indah dengan estetika

 

   

Sajak-sajak Byan (Aktifis PII jatim)

MANUSIA KECIL

Kita adalah manusia-manusia kecil

yang menari-nari diatas bongkahan bumi yang tandus

Kemudian bumi ini terguyur pasang

Pori-porinya menutup dan terkikis

Menerbangkan setiap yang dilaluinya

Dan kita terlempar bagai anai-anai kecil

terhempas dan mencoba bangkit lagi

Dengan segenap kekuatan kita berdiri

Jutaan uluran tangan turut menyongsong

Namun kita terlalu sombong

Bumi tempat kita berpijak kembali bergoyang

Sanggahan yang kuat tidak artinya

Kita kembali terhempas

dan jatuh...

jatuh lagi ....

Hingga tak tahu apakah manusia kecil ini bisa bangkit lagi...

(Surabaya, April 2005)

 

BENDERA TERAKHIR

Berkibarlah benderaku

Walau kain-kainmu lusuh dan berdebu

Warnamu pun semakin memudar

Terpaan panas dan dingin melapukkanmu

Tiang penyaggamu semakin reot

 

Namun tetaplah berkibar benderaku

Tangan-tangan  ini siap menopangmu

Kita akan tetap berdiri ditengah terjangan badai

Merangkul dan memegangmu dengan erat

Berkibar  dan menjulanglah keangkasa

Menembus cakrawala dan dimensi langit

 

Kibaranmu kan membungkus segala perih dan lara

Dan tiangmu kan kokoh berdiri

Walaupun sebatangkara ditengan tandusnya gurun

   

SETIAP ZAMAN

Setiap zaman ada masanya

Ada masa kejayaan

Ada pula masa kemunduran

Ada masa keemasan

Ada masa stagnan

hal yang terindah adalah mewarnainya

karena setiap zaman ada warnanya

 

Jangan kau terlalu bangga  jaman keemasan

karena orang lain yang menggoresnya

Dan kita hanya beromantisme

tanpa melakukan apa-apa

 

banggalah pada zaman sekarang

Karena ini zaman kita

Dan semoga kitalah tokoh dizaman ini

(Surabaya, April 2005)