Make your own free website on Tripod.com

BACK HOME

PELAJAR : SEX, SPORT DAN SONG
Oleh : Denny Noviansyah, S.Sib

Fireworks Photo Caption

 

Belum sebulan yang lalu masyarakat Indonesia dikejutkan dengan tragedi A1. Dimana terdapat empat orang korban yang tewas dalam tragedi tersebut. Beberapa bulan yang lalu masyarakat kita pun dikejutkan dengan jatuhnya korban jiwa dalam konser Sheila On Seven di Lampung. Belum lagi berita-berita yang minor tentang masyarakat pelajar. Seperti Pelajar yang merusak peralatan dan fasilitas umum, pelajar yang tawuran, terlibatnya pelajar dalam peredaran NAZA, dan lainnya.

Darimana sebenarnya akar konflik antar pelajar ini ? Lalu bagaimana sistem pendidikan Indonesia turut serta dalam memfasilitasi  tragedi ini ?

 

TAWURAN

Menurut A.Q. Djaelani – dalam sebuah training PII– Tawuran massal antar pelajar di Indonesia dimulai tahun 1987. Kasus ini dimulai ketika sebuah sekolah Katolik di Jakarta menyerang sekolah Muhammadiyah.1 Dengan memakai nama Israel sebagai Ciri khas sekolah bersangkutan menyerang sekolah Muhammadiyah. Sekolah Muhammadiyah pun tidak ketinggalan melakukan penyerangan ke sekolah tersebut, dengan memakai simbol DOSQI. Belum  lagi penyerangan kepada SMUN I Jakarta yang kemudian dikenal dengan Boe-Doet.

Konflik antar kaum pelajar ini ditransformasikan dalam setiap angkatan. Angkatan termuda (kelas satu) diberikan kesempatan untuk diakui oleh komunitas sekolahnya. Untuk melaksanakan tradisi tersebut, disepakati medio bulan September – November sebagai hari perpeloncoan bagi pelajar baru. Jika pelajar baru ini telah sukses melakukan penyerangan ke sebuah sekolah, maka kaderisasi dianggap telah sukses. Para senior dapat meninggalkan bangku sekolah mereka dengan tenang. Karena kader baru telah siap menggantikan mereka.

Pada awalnya konflik ini dianggap sebagai ekspresi kaum pelajar. Namun, pada perkembangan selanjutnya tawuran antar pelajar meluas. Sehingga tawuran dianggap menjadi bagian dari proses “pembelajaran” pelajar. Di dalam praksis pendidikan pun “pembelajaran” ini mendapatkan legitimasi yang cukup kuat. Konsep MOS (Masa Orientasi Sekolah), misalnya.

 

SEX

Kejadian pelajar hamil di Solo beberapa waktu lalu memberikan gambaran jelas mengenai perilaku sex di masyarakat pelajar. Seperti pada tahun Saparinah Sadli dan Drs. Zainul Biran menemukan sebesar 1,21 – 9,6 % respondennya menyetujui hubungan sex pra nikah. Sarlito pada tahun 1978 mengadakan penelitian yang menghasilkan 10 % respondennya menyetujui hubungan sex pra nikah. Pada 1981 TEMPO menemukan 17,02 responden menyetujui hubungan sex pra nikah. Dan tahun 1992 47% pelajar SLTA di Jawa Timur pernah melakukan hubungan sex pra nikah.[1]2)

Kondisi di kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) dapat dijadikan contoh bentuk sex bebas yang melanda Indonesia. Seperti banyaknya siswi yang hamil karena sex bebas. Lalu siswi tersebut mengambli cuti dari sekolah untuk melahirkan anak-anak mereka. Setelah anak-anak mereka di lahirkan, tanpa perasaan malu siswi yang hamil tersebut masuk sekolah lagi dengan cueknya, dan kembali bergabung dengan teman-teman mereka di Sekolah. Atau, anda adalah seorang pria yang mengantarkan teman wanita anda pulang setelah pesta di kota Kupang. Lalu anda hendak meminta ciuman dari wanita tadi. Anda akan dikasih ciuman, sebagai penghargaan wanita tadi kepada anda.

 

SONG

Musik adalah bagian dari seni. Dari sisi lain, musik mempunyai ideologi tersendiri. Seorang aktivis masjid akan memilih nasyid sebagai jenis musik yang disukai, dan seorang pelajar punk tidak akan memilih nasyid, ia akan lebih memilih musik-musik dengan aliran punk. Dalam jenis-jenis lagu akan ditemukan beberapa simbol yang menunjukkan kekuatan dan pilihan ideologi sang sang penyanyi atau grup penyanyi. Seperti simbol metalica yang dikatakan sebagai simbol pembebasan bagi metalica. Padahal simbol metalica ini mempunyai makna dan sejarah yang cukup panjang. Makna dari simbol ini adalah “Dunia akan damai tanpa agama”.

Sejarah dari simbol ini dimulai pada masa kaisar Nero menyerang vatikan, pada awal-awal abad Masehi. Setelah Nero mampu memasuki Vatikan, ia hancurkan seluruh gereja yang ada di Vatikan tersebut. Lalu, ia balikkan salib besaar yang ada di Vatikan, dan dipatahkannya kedua sisi dalam salib tersebut, sehingga berubah bentuk menjadi garis vertikal dengan tiga kaki. Seraya Nero berkata, “DUNIA AKAN DAMAI JIKA TANPA AGAMA”.

Atau makna dari lirik lagu Welcome to Hotel California. Dimana jika kamu masuk ke hotel tersebut, kamu akan merasa tenang, damai dan tidak akan pernah mau keluar lagi. Hotel lalifornia merupakan hotel impian bagi semua orang. Padahal, makna dari hotel kalifornia tersebut adalah drugs sebagai tempat pelarian, dan tempat kamu akan merasa tenang.

 

SPORT

Olahraga merupakan media untuk meningkatkan kualitas jasmani. Rasul sendiri telah menyuruh kepada umat Islam untuk berolahraga, dengan berenang, berburu dan memanah. Sisi positif dari olahraga adalah solidaritas, kompetisi dan penghargaan terhadap pemenang dari sebuah kompetisi olahraga.

Hari ini olahraga telah menjadi bagian dari bisnis besar. Sejak keberhasilan Olimpiade 1982 di Los Angeles, Olahraga merupakan daya tarik bagi investor untuk menggandakan pundi-pundi uang mereka. Namun, kombinasi antara olahraga dengan bisnis telah kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Manusia telah diperbudak oleh uang. Kita bisa melihat tragedi Al-Farizi yang meninggal setelah bertinju. Atau kasus doping yang melibatkan atlet dan pelatih baik nasional atau Internasional. 

 

BAGAIMANA SOLUSINYA

 

Pelajar adalah pemimpin masa depan !

Sebuah negara akan hancur, jika tidak ada wanita dan kaum pelajar di negara tersebut hancur !

Pelajar merupakan generasi pengganti, karena sebuah generasi akan berganti setiap 20 tahun !

 

Dari fakta-fakta di atas, dapat ditemukan bahwa wabah Ghazwul Fikri (GF) telah merasuk ke masyarakat pelajar Indonesia. Dengan melalui media seperti film, televisi, music, dan lainnya GF telah mencuci otak generasi pelajar kita. Penyerangan yang dilakukan oleh GF dari depan, belakang, atas dan bawah diri kita. Berbagai langkah harus dilakukan agar masyarakat pelajar kita dapat membentengi ini semua.

Penguatan nilai-nilai keluarga. Dimana Alloh telah berfirman dalam al-Qur’an Surat at-Tahrim “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Proses pendidikan dinniyah dan kreativitas sejak dini akan mampu mengembangkan potensi IQ dan EQ anak.

Reformasi Pendidikan. Perubahan paradigma pendidikan, dari pendidikan gaya bank menjadi pendidikan yang membebaskan. Di mana peserta didik bukanlah tabung kosong yang harus dijejali ilmu dari pendidik. Peserta didik bukanlah robot yang diberikan Tujuan Instruksional dan Kurikulum unsich. Pendidikan harus memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkreatifitas. Sekolah model Toto Chan, misalnya. Adalah sebuah sekolah dengan model pendidikan yang membebaskan.

Pendidikan Lingkar Ketiga. Pengakuan terhadap pendidikan lingkar ketiga belum terfasilitasi dalam UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun, pemerintah telah memberikan beberapa surat keterangan yang menegaskan tentang adanya Lingkar Ketiga. Sebagai contoh surat keterangan tentang PII sebagai ormas pelajar yang tidak boleh masuk sekolah, dan hanya boleh masuk dalam Pendidikan Lingkar Ketiga. Namun, faktanya belum ada definisi yang jelas terhadap pendidikan lingkar ketiga di dalam UUPN

Padahal, pra syarat masyarakat madani (civil society) adalah pembentukan kelas menengah yang kuat. Kelas menengah yang dimaksud di anataranya adalah kelas menengah ekonomi, kelas menengah sosial dan kelas menengah intelektual. Transformasi nilai-nilai oleh kelas menengah ke rakyat akan membangun kesadaran baru di akar rumput. Sehingga rakyat atau masayarakat dapat melakukan berbagai kritik terhadap kezaliman yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun penguasa informal. Di sisi lain, kesadaran yang dibangun oleh masyarakat ini merupakan pendidikan alternatif bagi pelajar untuk mempersiapkan mereka menuju masyarakat madani. Bagi internal pelajar, dengan kultur kritisisme yang sudah kuat, mereka akan mampu mengkritisi persoalan-persoalan di masyarakat.

 

MODEL GENERASI 2020

Globalisasi merupakan keniscayaan sejarah. Masa 2003, 2010, 2020 merupakan tonggak penting bagi pasar bebas, termasuk tonggak penting bagi pemunculan sebuah generasi. Dengan generasi yang dibentuk oleh Sisdik antara 1990 – 2010. Difasilitasi oleh 3S di atas maka akan terjadi perbenturan peradaban dan pertikaian antara “alumni remaja masjid” dengan “alumni Punk dan undergound”  di tahun 2020. 

Semoga ini tidak terjadi. Wallahu ‘alam.



a Didedikasikan untuk Seminar Pelajar di Tegal, 29 April 2001

b Staff PB PII di Departemen Pembinaan Masyarakat Pelajar

1 AQ Djaelani, Makalah tanpa tahun

[1] Sa’abah, Marzuki Umar, Sex dan Kita, GIP, 1999